Outlook Development Program 2026: Dari “Proyek” ke Perubahan Sistem


Tahun 2026 datang tanpa basa-basi. Ekonomi global diproyeksikan melambat tipis, sementara ketegangan dagang, beban utang, dan risiko iklim tetap menekan ruang gerak negara berkembang. Laporan World Economic Situation and Prospects PBB memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia sekitar 2,7% pada 2026—angka yang terasa “cukup” di atas kertas, tapi sering tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan di tingkat desa dan kota kecil.
Di saat bersamaan, alarm terbesar justru berbunyi dari sisi pembangunan. The Sustainable Development Goals Report 2025 menegaskan: setelah satu dekade Agenda 2030 berjalan, hanya sekitar 35% target SDGs yang berada di jalur atau menunjukkan kemajuan moderat; hampir separuh bergerak terlalu lambat, dan sebagian malah mundur. PBB juga menggarisbawahi fakta yang kian sulit diabaikan: kesenjangan pembiayaan SDGs di negara berkembang mencapai sekitar US$4 triliun per tahun, sementara biaya layanan utang negara berpendapatan rendah–menengah pada 2023 mencapai rekor US$1,4 triliun.
Bagi kami di Transformers Plus Indonesia, konteks itu memaksa satu kesimpulan: 2026 bukan tahun untuk menambah daftar kegiatan; ini tahun untuk menaikkan kelas—dari program yang “selesai dilaksanakan” menjadi program yang betul-betul mengubah sistem.
Tiga penyakit lama pembangunan
Ada tiga pola kegagalan yang berulang dalam banyak program pembangunan dan CSR—bahkan ketika niatnya baik.
Pertama, program terlalu cepat mengejar output, lupa membangun fondasi kelembagaan. Kelompok dibentuk, alat diserahkan, pelatihan selesai, lalu unit usaha dibiarkan bertahan sendiri tanpa disiplin operasional dan tata kelola.
Kedua, pasar diperlakukan sebagai bonus, bukan desain utama. Produk lahir dari “ketersediaan” (apa yang bisa dibuat), bukan dari “permintaan” (apa yang benar-benar dibutuhkan dan dibayar pasar). Akibatnya, produksi ada—serapan tidak.
Ketiga, data diposisikan sebagai laporan, bukan kompas. Banyak pencatatan berakhir sebagai kewajiban administrasi, bukan alat pengambilan keputusan harian: barang apa yang laku, kanal mana yang paling efektif, biaya mana yang bocor, dan kapan usaha mendekati titik impas.
Di sinilah agenda pembangunan internasional terasa relevan, bukan sekadar jargon. PBB mendorong percepatan lewat enam transisi kunci: sistem pangan, energi, konektivitas digital, pendidikan, pekerjaan & perlindungan sosial, serta iklim & keanekaragaman hayati. Itu bukan daftar indah; itu peta masalah—dan juga peta solusi.
2026: Tahun “pembiayaan cerdas” dan implementasi yang bisa diskalakan
Krisis pembiayaan pembangunan tidak akan selesai hanya dengan berharap dana baru. Karena itu, forum global Financing for Development ke-4 (FFD4) di Sevilla menekankan reform arsitektur pembiayaan dan dorongan investasi yang lebih efektif untuk menutup gap SDGs—dengan “Sevilla Commitment” sebagai kerangka aksi yang disepakati negara-negara peserta.
Bagi ekosistem program di Indonesia, pesan Sevilla itu sederhana: program harus lebih bankable secara sosial—terukur, bisa direplikasi, dan punya jalur keberlanjutan pendanaan, bukan bergantung pada satu sumber dukungan.
Agenda Transformers Plus Indonesia: empat fokus Development Program 2026
Berangkat dari konteks global dan realitas tapak, Outlook 2026 kami bertumpu pada empat fokus yang saling mengunci.
1) Penguatan kelembagaan yang “siap operasi”, bukan sekadar “ada struktur”
Di 2026, standar kelembagaan tidak berhenti pada AD/ART, SK, dan rapat rutin. Yang dikejar adalah disiplin operasional: siapa melakukan apa, standar mutu apa yang dipakai, bagaimana keputusan diambil berbasis data, dan bagaimana risiko dikelola. Kelembagaan yang kuat bukan yang banyak dokumen, tetapi yang mampu menjaga ritme operasi saat pendamping mundur selangkah.
2) Market-embedded value chain: desain program dimulai dari permintaan
Kami menggeser titik awal: bukan “apa yang bisa diproduksi”, melainkan “siapa pembeli, kapan mereka membeli, dan apa standar mereka”. Konsekuensinya, product development, SOP produksi, kemasan, logistik, dan strategi distribusi harus mengikuti logika pasar. Ini sejalan dengan prioritas global pada transisi sistem pangan dan pekerjaan layak: produktivitas yang menghasilkan pendapatan stabil, bukan aktivitas yang sibuk tapi rapuh.
3) Digitalisasi ringan yang fungsional: data untuk keputusan harian
Konektivitas digital sudah menjangkau mayoritas populasi dunia, tetapi tantangan utamanya adalah pemanfaatan yang produktif. Pada 2026, kami mendorong digitalisasi yang tidak membebani: pencatatan stok, penjualan, biaya, dan kanal—cukup untuk menjawab empat pertanyaan kunci: (a) produk mana paling laku, (b) margin mana paling sehat, (c) kanal mana paling efisien, (d) kapan arus kas menipis. Digital bukan kosmetik; digital adalah kontrol.
4) Resiliensi iklim dan lingkungan sebagai desain, bukan lampiran
SDG Report 2025 menegaskan krisis iklim memburuk dan menggerus capaian pembangunan. Maka adaptasi tidak boleh jadi program terpisah. Untuk program berbasis komoditas (pangan, perkebunan, perikanan), resiliensi iklim berarti: praktik budidaya yang adaptif, pengurangan kehilangan pascapanen, manajemen air, dan penguatan diversifikasi pendapatan. Untuk wilayah rawan bencana, resiliensi berarti skenario operasional dan mekanisme perlindungan kelompok rentan.
Dari engagement ke legitimasi sosial
Tidak ada program yang berumur panjang tanpa legitimasi sosial. Di 2026, kami menempatkan stakeholder engagement sebagai mesin pengurang risiko: bukan hanya sosialisasi, tetapi pathway yang bertahap—inform, consult, involve, collaborate—hingga transfer kendali dilakukan saat kapasitas sudah terbentuk. Ketika partisipasi dibangun sebagai proses, konflik tidak hilang, tetapi menjadi lebih bisa dikelola. Dan biaya konflik—yang sering tidak tercatat—bisa ditekan sejak awal.
2026 Tahun untuk memilih—memperbanyak kegiatan, atau memperkuat dampak
Jika 2025 adalah tahun memperjelas peta krisis, maka 2026 adalah tahun yang memaksa pilihan: tetap menjalankan program sebagai rangkaian kegiatan, atau menaikkannya menjadi perubahan sistem yang bisa diukur dan direplikasi. Dunia sedang mengejar waktu menuju 2030, sementara data PBB menunjukkan laju kita belum cukup.
Outlook 2026 Transformers Plus Indonesia berdiri pada satu prinsip: program pembangunan yang kuat bukan yang paling ramai, melainkan yang paling siap diwariskan—karena ia sudah punya tata kelola, pasar, data, dan legitimasi sosial untuk hidup setelah pendamping pergi.


Melampaui Formalitas: Belajar Menyusun Stakeholder Engagement yang Tidak Gagal di Lapangan
Kamis, 18 Desember 2025, Transformers Plus Indonesia memfasilitasi kegiatan pembelajaran bertajuk “Stakeholder Engagement & Participation Pathway”. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan AlamTri (PT Sapta Indra Sejati) dan Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN), yang selama ini terlibat langsung dalam pelaksanaan program-program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat tapak.
Bertempat dalam suasana diskusi intensif, kegiatan ini tidak diarahkan sebagai pelatihan seremonial. Alih-alih berbicara normatif, forum ini justru membedah satu persoalan klasik yang kerap menghantui banyak program: mengapa stakeholder engagement sering gagal, meski sosialisasi dan konsultasi sudah dilakukan berulang kali.
Pengalaman lapangan menunjukkan, kegagalan jarang disebabkan oleh niat yang buruk. Masalahnya terletak pada proses. Banyak intervensi pembangunan—baik CSR, ESG, maupun program desa—terlalu cepat melompat ke tahap pemberdayaan. Masyarakat diminta mandiri sebelum benar-benar memahami, merasa didengar, dan dilibatkan secara bermakna.
Dalam sesi pembelajaran tersebut, Transformers Plus Indonesia menekankan bahwa stakeholder engagement bukan sebuah acara, melainkan proses berjenjang. Mengacu pada praktik internasional seperti IAP2 Spectrum, ISO 26000, dan IFC Performance Standards, engagement harus berjalan melalui tahapan yang jelas: inform, consult, involve, collaborate, hingga empower. Setiap tahap memiliki tujuan, risiko, dan alat yang berbeda—dan tidak bisa dipertukarkan begitu saja.
Tahap inform, misalnya, sering direduksi menjadi pengumuman sepihak. Padahal, di tahap inilah transparansi diuji. Ketika informasi tidak lengkap atau terlambat, ruang bagi rumor dan penolakan terbuka lebar. Sementara pada tahap consult, banyak program berhenti pada diskusi simbolik—masukan dikumpulkan, tetapi tidak pernah benar-benar memengaruhi desain program.
Masalah berlanjut ketika masyarakat tidak pernah masuk ke tahap involve dan collaborate. Tanpa ruang untuk ikut merancang dan mengambil keputusan, rasa memiliki tidak tumbuh. Program berjalan, tetapi legitimasi sosialnya rapuh. Dalam kondisi seperti ini, pemberdayaan justru menjadi beban, bukan kekuatan.
Transformers Plus Indonesia memperkenalkan pendekatan yang lebih disiplin: engagement harus disesuaikan dengan konteks dan kesiapan stakeholder. Tidak semua pihak diperlakukan sama. Melalui pemetaan pengaruh dan kepentingan, strategi keterlibatan disusun secara selektif dan terukur—bukan merata, tetapi tepat sasaran.
Barulah setelah fondasi tersebut terbentuk, empowerment dapat dilakukan sebagai proses transfer kendali, bukan sekadar penyerahan bantuan. Pemberdayaan, dalam kerangka ini, menuntut kesiapan kelembagaan, akuntabilitas, dan mekanisme pengawasan bersama. Tanpa itu, program sering berhenti bersamaan dengan berakhirnya pendampingan.
Diskusi ditutup dengan satu penegasan penting: stakeholder engagement yang baik memang tidak selalu cepat, tetapi jauh lebih tahan lama. Ia mungkin melelahkan di awal, namun justru menjadi penentu keberlanjutan di akhir.
Karena dalam pembangunan, kegagalan sering bukan karena kurangnya program—melainkan karena relasi yang dibangun terlalu dangkal.
Riset Pasar & Perumusan Rencana Operasional Blueprint Pengembangan Matapencaharian Berkelanjutan bagi Komunitas Adat
Didukung oleh Samdhana Institute


Kegiatan Market Riset yang dilakukan dalam rangka operasionalisasi blueprint matapencaharian berkelanjutan komunitas adat Marga Masakoda, Yen, Yec, dan Ogoney dimulai pada tanggal 19 hingga 29 Agustus 2024. Proses riset ini dirancang secara sistematis untuk memahami dinamika pasar dan mengidentifikasi peluang untuk produk turunan pala, nanas, dan buah merah.
Laporan riset pasar telah menyajikan temuan-temuan kunci yang mencakup identifikasi pasar potensial untuk produk turunan pala, nanas, dan buah merah yang mencakup spektrum Internasional, Nasional/Domestik, Regional dan lokal. Riset pasar juga telah mengidentifikai strategi pemasaran yang direkomendasikan, serta pandangan terkait pengembangan produk komunitas adat yang memiliki potensi serapan pasar yang potensial. Laporan ini kemudian dibagikan kepada para pemangku kepentingan sebagai bahan diskusi pada workshop dan untuk perumusan rencana operasional lebih lanjut.


Kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya bersama komunitas adat Marga Masakoda, Yen, Yec dan Ogoney guna menghasilkan rencana aksi di tingkat operasional mengelaborasi Blueprint yang telah disusun sebelumnya dan Market Riset yang telah selesai dilakukan.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan agenda strategis berupa diskusi dengan tokoh kunci Pemerintah Daerah Kabupaten Bintuni, Papua Barat. Dalam diskusi tersebut dipaparkan Blueprint Pengembangan Matapencaharian Berkelanjutan Komunitas Adat dan Rencana Operasional yang telah disusun. Peserta memberikan tanggapan positif dan siap menjajaki rencana aksi lanjutan untuk mendukung Blueprint pada umumnya dan secara khusus terhadap kegiatan Sandboxing yang merupakan salahsatu agenda dalam rencana operasional yang telah disusun.
Agustus - September 2024


Project Pendampingan Inisiatif Agrowisata Sawah Berkelanjutan


Festival Budaya
Pada hari Minggu, 11 Agustus 2024, Festival Budaya di Kecamatan Kaubun berlangsung dengan semarak, dimulai pukul 12.00 WITA. Acara dimulai dengan penyambutan rombongan Bupati Kutai Timur dan penandatanganan caping selamat datang yang diiringi tarian puspanjali. Setelah sesi penyambutan, dilanjutkan dengan rangkaian sambutan dari panitia, perwakilan PT GAM yang juga menyerahkan otoped, Kepala Desa Bumi Rapak, Camat Kaubun, dan Kepala Dinas Pariwisata yang menyerahkan SK POKDARWIS Bhuana Sari. Acara resmi dibuka oleh Bupati Kutai Timur dengan penuh antusiasme.
'Kaubun Bersatu, Kaubun Maju'
Didukung Oleh PT.GANDA ALAM MAKMUR
Agustus 2024
Sebanyak 60 performer turut memeriahkan festival, masing-masing mengirimkan 10 peserta untuk tampil dalam lomba karnaval dan tarian. Festival ini dihadiri oleh sekitar 500 penonton, termasuk warga lokal dan wisatawan, yang dengan antusias menyaksikan kreativitas dan semangat kebudayaan yang ditampilkan oleh para peserta.
Penilaian lomba dilakukan oleh tiga juri dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur, Dinas TPHP, dan PT. GAM. Hasil penilaian dewan juri menempatkan SDN 004 Kaubun sebagai Juara I, RT 10 Bumi Rapak sebagai Juara II, dan SMAN 001 Kaubun sebagai Juara III. Sementara itu, SMPN 001 Kaubun, WHDI Bumi Rapak, dan Kampung KB Bumi Rapak Bahagia mendapatkan penghargaan juara harapan. Acara ditutup oleh Bupati Kutai Timur yang juga berkesempatan menyerahkan hadiah kepada para pemenang, menandai berakhirnya festival yang sukses mempererat kebersamaan dan mempromosikan budaya lokal.


Di awal tahun yang baru, Transformers Plus Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan visi 'Just Transformation' melalui langkah-langkah konkret. Salah satunya adalah dengan menginisiasi workshop ideasi yang digelar pada tanggal 12-15 Januari 2024 di Bintuni, Papua Barat. Workshop ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan penyusunan blueprint matapencaharian berkelanjutan bagi komunitas adat Marga Ogoney, Yen, Yec, dan Masakoda.
Pada workshop yang difasilitasi Transformers Plus Indonesia tersebut, para pemangku kepentingan, termasuk pemuka adat, anggota komunitas adat, ahli pengembangan bisnis, dan perwakilan dari Samdhana Institute beserta mitra implementasinya, berkumpul untuk merumuskan dan menuangkan ide-ide inovatif. Tujuannya adalah untuk menciptakan sebuah matapencaharian yang tidak hanya ekonomis tapi juga berkelanjutan dan selaras dengan nilai-nilai kultural setempat.
Melalui sesi diskusi intensif dan pertukaran pengetahuan, peserta workshop berhasil merumuskan strategi pengembangan komoditas berkelanjutan. Ini mencakup tanaman pangan dan non-pangan yang dapat ditanam dan dipanen tanpa merusak lingkungan, sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat adat. Konsep tataguna lahan berkelanjutan dan konservasi hutan adat juga menjadi topik utama yang dibahas, dengan fokus pada pemanfaatan sumber daya alam yang bertanggung jawab.
Inisiatif ini berlandaskan pada prinsip-prinsip Agriculture, Forestry, and Other Land Use (AFOLU) yang merupakan bagian penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim. AFOLU menggarisbawahi pentingnya pengelolaan sumber daya alam dengan cara yang dapat mengurangi emisi dan meningkatkan penyerapan karbon. Workshop ini tidak hanya menghasilkan ide-ide segar tetapi juga langkah strategis untuk integrasi nilai-nilai AFOLU dalam blueprint yang sedang disusun.
Keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sangat jelas. Upaya ini membantu dalam mencapai beberapa target SDGs, termasuk SDG 1 (Tidak ada kemiskinan), SDG 2 (Zero Hunger), SDG 13 (Aksi iklim), dan SDG 15 (Kehidupan di darat). Dengan mengintegrasikan praktik yang mendukung kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan, Transformers Plus Indonesia menunjukkan komitmennya untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Akhirnya, kegiatan ini juga mendukung upaya nasional dalam mencapai Nationally Determined Contributions (NDC) terhadap Paris Agreement. Pengembangan komoditas berkelanjutan dan pelestarian hutan adat berkontribusi langsung kepada pengurangan emisi gas rumah kaca, sebuah langkah nyata dalam perjuangan melawan perubahan iklim.
Transformers Plus Indonesia bangga dapat menjadi bagian dari perubahan positif ini. Kami mengajak semua pihak untuk bergabung dalam perjalanan ini menuju 'Just Transformation', sebuah perjalanan yang tidak hanya membawa kita menuju masa depan yang lebih berkelanjutan, tapi juga lebih adil dan sejahtera bagi semua.
"Transformers Plus Indonesia Membuka Tahun dengan Workshop Ideasi: Menuju Matapencaharian Berkelanjutan untuk Komunitas Adat di Papua Barat"


Selamat Natal dan Tahun Baru 2024
Ketika lampu-lampu natal menyala dan kembang api Tahun Baru menghiasi langit, kami di Transformers Plus Indonesia ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada semua mitra kami yang telah berkolaborasi sepanjang tahun 2023. Perjalanan kami tahun ini, penuh dengan tantangan dan pencapaian, tidak mungkin terwujud tanpa dukungan dan kerja keras Anda semua.
Kolaborasi Anda dalam pendampingan bisnis untuk komunitas kami telah menjadi kunci kesuksesan. Fasilitasi mata pencaharian untuk komunitas adat telah membawa perubahan positif yang nyata, menciptakan jalan menuju kemandirian dan pemberdayaan. Pemetaan sosial dan rencana induk pengembangan serta pemberdayaan masyarakat (RIPPM) yang kita rumuskan bersama telah menjadi fondasi kuat untuk langkah ke depan.
Tahun ini, kita bersama-sama mewujudkan semangat Environmental, Social, and Governance (ESG) Compliance dan Industrial Best Practices. Ini adalah bukti komitmen kita terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Semangat ini selaras dengan upaya kita dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals - SDGs), yang menjadi bintang pandu dalam setiap inisiatif dan proyek yang kita lakukan.
Menyongsong tahun 2024, Transformers Plus Indonesia mengusung tema "Just Transformation". Tema ini merupakan refleksi dari komitmen kita untuk tidak hanya mengubah, tetapi juga memastikan bahwa transformasi yang kita lakukan adalah adil dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa transformasi yang adil adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua, sebuah masa depan di mana setiap komunitas dapat berkembang dalam harmoni dengan lingkungan.
Kami berharap di tahun 2024, kita dapat terus bekerja sama, berkolaborasi, dan bertumbuh bersama. Semangat Natal dan Tahun Baru ini kiranya membawa energi baru dan inspirasi untuk kita semua dalam mencapai tujuan yang lebih tinggi.
Terima kasih sekali lagi atas dukungan dan kerja sama Anda. Mari kita buat tahun 2024 menjadi tahun yang penuh dengan pencapaian, keberlanjutan, dan transformasi yang adil.
Selamat Natal dan Tahun Baru 2024!
Salam hangat,
Tim Transformers Plus Indonesia


Transformers Plus Indonesia
Ayodya Permai A1, Sidorejo,
Kota Salatiga,Central Java, Indonesia
For Corporate and Private Sector:
Jati Prastyanto
Mobile : +62 81227431148
Email : prast@transformersplus.id
For Community, SMEs and NGOs:
Nugie L Kristian
Mobile : +62 85643219999
Email : nugie@transformersplus.id
For International Partnership & Cooperation:
W Roni
Mobile : +62 8777-7272-357
Email : roni@transformersplus.id